Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pribadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2015

Min Haitsu La Yahtasib



Sabtu, 18 Oktober 2014

Seusai turun dari mushola timur, Sebagian anak-anak Firhaz sudah menunggu di depan kantor pesantren untuk bersama-sama sowan (minta do’a restu) ke Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini karena pada malam harinya kami akan mengikuti Lomba Fetival Banjari se-Jawa Timur di kampus STAIN Jember. Kemudian saya bilang ke anak-anak bahwa pengasuh meos (sedang bepergian), akhirnya saya kembali masuk ke kantor pesantren dan tak lama berselang Sifaul Fahmi masuk kanor dan bilang “pak, ayo pimpin ngaji ke astah bersama”

Setelah sampai di pesarean (astah), ilham bilang : hen, jek bit-abit, engkok setoran (hen, jangan lama-lama karena saya ada setoran)
Saya : patenang ham, mecah Yasin bik Sholawat Nariah petong kaleh gun (tenang ham, kita baca Yasin dan sholawat Nariyah saja 7 kali)
Selepas turun dari pesarean, anak-anak langsung bilang “terus mau ke mana ini pak ?”
Saya berpikir sejenak, kemudian langsung mengajak akan-anak sowan ke KH. Hefniy Mahfudz yang dalemnya (rumah) berada di Wilayah Zaid Bin Tsabit (Gang K).
Sampai di Gang K banyak anak-anak yang setoran hafalan Al-Qur’an di mushola sementara KH. Hefniy duduk di pengimaman musholla. Setelah menunggu di luar musholla, di cangkruk (tempat pondok pada jaman dulu yang terbuat dari kayu) lebih tepatnya. Kemudian Afif (santri yang menyetor hafalan) berkata “edikanen kiaeh, esoro masok (dipanggil kiai, di suruh masuk)”
Saya berkata kepada anak-anak : beh mek bisah kiaeh taoh yeh mon kita adentek neng luar ? (kiai kok tau ya kita sedang menunggu beliau diluar ?)
Ilham : tak taoh yeh, been se benta ke kiaeh hen (gak tau ya, kamu yang bicara ke kiai hen)
Saya : siap.

Kemudian kami masuk ke musholla sementara banyak anak-anak yang setoran hafalan melihat kami masuk bersama-sama. Tak lama berselang KH. Hefniy menanyakan maksud kedatangan kami ke beliau.
KH. Hefniy : ada apa dan dari mana ini ?
Saya : kami dari teman-teman Firhaz, mohon do’a restu karena nanti malam kami akan mengikuti Lomba Festifal Al-Banjari di STAIN Jember
KH. Hefniy : level apa itu ?
Saya : festifal Banjari se-Jawa Timur
KH. Hefniy minta selembar kertas, tapi saya tidak bawa karena tidak ada persiapan. Akhirnya saya mengambil A’malul Yaum (amalan sehari-hari) yang ada di saku. Beliau menulis sesuatu untuk dibaca bersama ketika mau naik panggung dan dibaca dalam hati ketika sudah berada di atas pentas.

Kami sampai di kampus STAIN Jember sebelum Maghrib, kami tampil pada jam 9 malam. Ketika kami mau naik ke atas pentas, saya memimpin do’a bersama. “Bismillah kita baca Al-Fatihah untuk  baginda Rasulullah Muhammad SAW, kepada seluruh Pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Jadid serta orang tua kita di rumah, Al-Faitihah” dilanjut dengan pembacaan do’a bersama-sama yang telah diberi oleh KH. Hefniy. Setelah itu saya beri anak-anak nasehat “yang tenang dan yakin”.

Sebenarnya ketika pembacaan juara, saya agak pesimistis karena juara 4 dan 3 sudah menjadi milik grup lain.  Ketika masuk pengumuman juara ke-dua, MC memberi tau bahwa yang juara 2 berasal dari Kota Probolinggo. Alhamdulillah akhirnya kami juara 2 Festival Al-Banjari se-Jawa Timur di Kampus STAIN Jember dan mendapat hadiah uang sebesar Rp.2.500.000. ya alhamdulillah kami juara 2, meski sempat masih agak gak percaya kalau kami juara 2. Hehe

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.








Minggu, 07 Desember 2014

Remaja Masjid Al Barokah Seboroh Krejangan



                Pada malam minggu ketika saya pulang dari pondok, cak sep mempunyai inisiatif : dek, gimana kalau besok kita bersih-bersih masjid ?
Saya : beh iyeh nyaman lah cak, pekompol kabbi det-ngodeten laggunah kerja bakti neng masjid (iya sudah cak kita undang semua remaja untuk kerja bakti bersih-bersih di masjid).
Berawal dari percakan itu saya dan teman-teman ketika rembuk di masjid mencetuskan ide untuk membuat Struktur Pegurus Remaja Masjid Desa Seboroh Kecamatan Krejengan. Ditetapkanlah tanggal 12 November 2014 untuk mengadakan rapat dan mengundang para remaja yang ada di desa seboroh, undangan dibuat dengan megatasnamakan Pemerintah Desa Seboroh yang ditanda tangani oleh PJS desa setempat yaitu Bapak Uhar (ayah saya sendiri). Pada pagi harinya kami bersih-bersih di masjid, kami bergurau penuh canda tawa dan alhamdulillah akhirnya masjid bisa bersih karena sudah lama tidak dibersihkan.
Hari Rabu, 12 November 2014 saya pulang dan teman-teman menyebarkan surat undangan dengan agenda Pembentukan Strukutur Remaja Masjid dan Program Kerja yang akan dilakukan setelah terbentuknya kepengurusan. Setelah ba’da isya banyak teman-teman remaja yang kumpul serta turut juga berpartisipasi Bapak Uhar (PJS Desa Seboroh). Rapat dimulai dengan diawali oleh Bapak Uhar, banyak yang beliau sampaikan dalam rapat tersebut yang kami rangkum di bawah ini :
 Pertama kali Bapak Uhar menyampaikan rasa terima kasih telah bersedia hadir meluangkan waktu dalam rapat pembentukan struktur remaja masjid, beliau juga menghimbau agar para pemuda ikut aktif dalam berorganisasi karena setelah terjun ke masyarakat akan banyak manfaatnya. Menyuruh para pemuda ikut rukun kifayah pada malam jum’at sebagai pengkaderan, serta pesan utama dari beliau adalah kita harus jadi PEMERAN UTAMA. Jangan Cuma jadi penonton, di dalam film itu ada banyak yang bekerja. Ada yang jadi produser, pemain pendukung, camera man, tukang make up, dan jadi penonton. Tapi bayaran yang lebih besar yaitu di pemeran utama. Jadi para pemuda diharapkan untuk aktif dalam organisasi. Misalnya ketika ada orang yang meninggal di desa pasti akan ada yang nyelawat dari desa lain. Jadi pemuda itu menolong juga menggali kubur dan lain sebagainya itu tidak apa-apa dan bagus, dari desa lain yang nyelawat itu pasti akan menilai “wah ternyata pemuda seboro itu bagus semangat gotong royongnya”. Otomatis akan membawa harum nama orang tua dan nama desanya. Jangan sampai para pemuda itu mabuk-mabukan, narkoba dan sebagainya, kalau seperti itu maka akan terbawa jelek juga nama orang tua dan nama desanya.
Kurang lebih seperti itu pesan-pesan yang beliau sampaikan kepada para remaja yang hadir dalam rapat tersbut. Setelah ayah berbicara maka giliran perwakilan dari pemuda sebagai sambutan. Kalau tadi ayahnya yang bicara, sekarang giliran anaknya yang bicara. Hehe
Saya mengucapkan teriam kasih atas hadirnya bapak Sekertaris Desa (Pejabat Sementara Desa Seboroh) Bapak Uhar, terima kasih juga kepada teman-teman remaja yang sudah hadir. Saya menyampaikan ide pembentukan ini berawal dari ketika kita bersih-besih di masjid. Kemudian menyampaikan maksud dan tujuan mengumpulkan para pemuda yaitu :
a.       Sebagai sarana menyambung tali silaturahmi pemuda antar dusun
b.      Para pemuda diharapkan untuk ikut memakmurkan masjid
c.       Sebagai sarana berbagi ilmu pengetahuan (menghilangkan kebodohan)
d.      Sarana belajar (generasi penerus)
e.      Masjid sebagai pusat program kerja yang kegiatannya berorientasi keremajaan masjid
f.        Untuk membantu tugas takmir masjid
g.       Kami juga menyampaikan bahwa kegiatan remaja bisa mengadakan ziaroh atau wisata religi, bisa juga dengan makan bersama pada malam hari setelah kerja bakti atau juga diisi dengan bermain futsal. Hehehe.
Itu yang kami sampaikan selaku perwakilan dari remaja masjid, selanjutnya pemilihan Ketua Remaja Masjid yang pilhan jatuh pada saudara Sefian Rusdi dan Hairul Fataa sebagai Wakil Ketua Remaja Masjid. Saya juga dipilih jadi Sekretaris 1, ya mau gimana lagi kalau sudah dipilih. Muhammad Subhan menjadi Sekretaris 2, Sapi’udin jadi Bendahara 1 dan Alfan Pratama Putra menjadi Bendahara 2.
Divisi-divisinya nya dibagi menjadi 5, yaitu Divisi Ibadah & Pendidikan, Divisi Humas, Divisi Kebersihan, Divisi Perlengkapan serta Divisi Pembantu Umum. Masing-masing divisi ada 5 orang anggota remas. Keesokan harinya setelah rapat, saya langsung membuat Banner Struktur Pengurus Remaja Masjid Al-Barokah Seboroh Krejengan Probolinngo beserta foto di samping namanya. Karena orang akan tau jika diberi foto di samping namanya. Menjelang sore banner telah selesai dicetak maka Ba’da Ashar, teman-teman remaja masjid mengadakan bersih-bersih masjid pada kamis sore karena pada waktu paginya ada yang sekolah dan bekerja jadi bersih-bersih masjid ditaruh pada kamis sore. Awalnya teman-teman hanya sedikit yang datang, tapi saya mempunyai ide untuk memanggil teman-teman lewat speaker masjid dan alhamdulilllah teman-teman yang datang semakin banyak.
Ketika malam jum’at, teman-teman remaja masjid mengikuti acara rukun kifayah yang memang rutin dilaksanakan satu minggu sekali sekaligus kami mencatat nama lengkap para remaja masjid karena namanya akan dicetak dan ditaruh di banner. Kemudian pada pagi hari waktu jum’at setempat, saya membuat nama dicetak menggunakan printer. Ya meski printernya agak sedikit eror hehe. Tapi alhamdulillah banner telah selesai dipajang di masjid sebelum sholat jum’at.
Ketika saya jalan-jalan ke jember berhenti di bondowoso untuk beli tape. Saya mendengar syi’iran Kisah Sang Rasul dari Habib Syech dibaca setelah ba’da adzan. Maka saya terapkan juga di Desa Seboroh, setelah adzan langsung saya membaca Syi’iran Kisah Sang Rasul untuk menarik minat masyarakat berjamaah di masjid. Ya meski Takmir Masjid menghimbau agar membaca do’a-do’a saja ketika sudah adzan karena lebih di ijabah, tapi itu tidak dilarang sih hanya masukan dari Takmir Masjid. Alhamdulillah setelah pembentukan struktur remaja masjid, shof sholat magrib  dan isya’ biasaya paling full itu 2 shof. Alhamdulilah sekarang ada peningkatan 4 sampai 5 shof sholat.
Pada bulan Muharrom kemarin, Pemerintah Desa Seboroh memperingati pergantian Tahun Hijriah dengan mengadakan Kegiatan Pawai Obor yang diikuti oleh TPQ Se-Desa Seboroh. Start dimulai dari kantor desa dan berakhir di kantor desa pula. Setelah pawai obor selesai maka pemerintah desa membagikan kupon untuk member banyak hadiah bagi anak-anak yang mengikui kegiatan ini. Tak lupa pula Pemerintah Desa Seboroh memberikan bantuan santuan bagi anak yatim yang berada di desa setempat.  

Alhamdulillah di masjid tiap malam minggu juga mengadakan acara istighosah bersama, kemudian malam selasa ikut pengajian Ahbabul Mustofa yang ada di Desa Widoro Kecamatan Krejengan, serta tiap malam rabu di Desa Seboroh mengadakan Jam’iyah Sholawat  Ratibul Haddad bersama Habib dari Kraksaan dan Jam’iyah Sholawat Ratibul Haddad ini diberi nama Al-Mustofa (Yang Terpilih). Insyaallah pada Bulan Januari 2015 kami bekerja sama dengan Pemerintah Desa serta Jam’iyah Al-Mustofa akan mengadakan kegiatan PENGAJIAN DAN SELAMATAN DESA dalam rangka “Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW”
Alhamdulillah semoga Allah selalu memberikan kita kekuatan berbuat baik dan menjadi langkah awal bagi para Remaja Masjid Al-Barokah Seboroh untuk tetap berkarya, berkreasi, mengabdi kepada masyarakat khusunya bagi warga Desa Seboroh. 

Sabtu, 08 November 2014

KKN IAINJ 2014



            Semester VII telah tiba , kini saya dan teman-teman Semester VII akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN 2014) Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) yang bertempat di Kecamatan Leces Dan Kecamatan Bantaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus s/d 21 September 2014. Kegiatan KKN kali ini bertemakan “POSDAYA MASJID BERBASIS RISET”. Maksudnya adalah masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk pemberdayaan keluarga agar tercipta keluarga yang sejahtera.
            Pembekalan KKN IAINJ dilaksanakan di AULA IAINJ tanggal 11-12 September 2014. ketika sudah pembagian kelompok saya di tempatkan di Posko Masjid Nurul Barokah yang terletak di Dusun Nangka Desa Besuk Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Satu kelompok terdiri dari 14 orang dari berbagai macam jurusan dan ada juga mahasiswa IAINJ yang non-reguler.
            Saya ingin menyebutkan nama-nama teman KKN IAINJ 2014 Posko Masjid Nurul Barokah Dusun Nangka Desa Besuk Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo :
            Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Umar Mansur, MA
1.      Achmad Afif (Koordiinator Desa/Ahli SUHA)

2.      Karimullah (Sekertaris/Siun Istri)

3.      Moh. Makki (Bendahara/Lora)

4.      Zainol Amsah (anak-anak memanggilnya Om Senol, rajin ngerjakan proposal skripsi)
5.      Hasbullah (ya sama, dipanggil Om Has/yang paling rajin ke masjid, pengoleksi burdah)

6.      Ahmad Maulid (Yang suka nge-det malam hari, banyak cewek yang ditelfon)

7.      Arifin (calon mantu ABA/Orang yang slalu membaca puisi : Siti, kini aku makin ngerti keadaanmu)
8.      Mastur (Presiden BEM IAINJ/nama kerennya Ustad Digo)
9.      Imam Kholil (Slalu nge-det sama tunangannya dan sering bilang “sakek tenga”)
10.  Choirul Umam (Ketupat OSPAm 2014, sering beli joshua di warung dekat kantor desa)
11.  Kholid Ridwan (calon mantu ibu kos, Ibu Sami)
12.  Abdul Wafi (hadamnya lora dan Ibu Hos, warung depan rumah)
13.  Tito Roy Zaki M (Yang mempopulerkan lagu Aswaja dan goyangannya)
14.  Saya sendiri (dipanggil apa ya ?)
Rabu, 13 September 2014 tepat jam 08.30 Mahasiswa IAINJ semester 7 berangkat menuju lokasi KKN. Yang di Kecamatan Leces berkumpul di kantor Kecamatan Leces, sementara yang di Kecamatan Bantaran berkumpul di kantor Kecamatan Bantaran untuk menerima arahan dan bimbingan oleh Bapak Camat dan Bapak Kapolsek tentang kondisi masyarakat setempat.
Setelah mendapat arahan dan bimbingan dari Bapak Camat Bantaran saya dan teman-teman yang lain berangkat menuju posko yang telah ditentukan oleh Panitia KKN IAINJ 2014. Saya dan teman-teman menuju Dusun Nangka Desa Besuk Kecamatan Bantaran ya meski sempat nyasar ke desa tetangga. Setelah kita tahu Desa Besuk, langsung kita menuju Masjid Nurul Barokah yang berada di Dusun Nangka.
Cuaca ketika itu sangat panas membuat gerah dan pusing kepala, kita sampai di Masjid Nurul Barokah dengan perasaan yang gak karu-karuan, gak kerasan dan yang saya pikirkan adalah tentang fasilitas kamar mandi dan WC. Pertama kita diterima di rumah Ustad Sobri, menantu dari K. Abdullah. Kita diterima dengan baik dan disuguhi dengan kue dan teh ya minum tehnya itu aneh gak pakai gelas tapi minumnya pakai teplek.

Setelah agak lama di rumah Ustad Sobri, kita dijemput oleh Bapak Akmal (Ketua Panitia KKN IAINJ 2014) dan bapak Umar Mansur (DPL) menuju rumah Bapak Saru (Kepala Dusun Nangka). Lagi-lagi kita disuguhi kopi dan pakai teplek juga. Akhirnya Bapak Saru menempatkan posko kita di rumah milik Bapak Abdullah (Pak Dol) dan Ibu Sami. Oh iya masih ingat, pada saat hari pertama sampai ke Desa Besuk saya gak mandi sama sekali, baru hari kamisnya mandi. Hehe. Dan perlu juga diketahui, bahwa di Desa Besuk masih tidak ada WC, yang ada hanya KAKUS tempat untuk buang air besar.
            Pada malam hari kita bersilaturahmi ke kediaman K. Ahmad Jufri (Ketua Takmir Masjid Nurul Barokah). Selanjutnya bersama Bapak Saru menuju rumah Kepala Desa Besuk, Bapak Husein Siswanto. Ternyata ayah Bapak Husein menjadi dewan guru di salah satu lembaga di Nurul Jadid. Cukup jauh juga berjalan kaki pada malam hari menuju rumah Kepala Desa dan di Dusun Nangka sangat minim sekali penerang jalan. Beliau memaparkan tentang kondisi masyarakat Desa Besuk terutama Dusun Nangka, beliau juga membantu tarif biaya listrik selama kita berada di rumah Bapak Dol. 
Awal-awal masa KKN adalah masa-masa sulit karena tidak kerasan, jarang rapat, kurang bermasyarakat, nyantai-nyantai dan tidak terbiasa menggunakan KAKUS. Kita harus beradaptasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan pertama yang kita lakukan adalah kerja bakti di masjid, memperbaiki KAKUS, melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus di depan posko, mengecat Masjid Nurul Barokah serta tak lupa pula kita mendengarkan lagu Rhoma Irama waktu kerja bakti. Dengan dana yang seadanya dalam waktu 3 s/d 5 hari pekerjaan kita sudah selesai. Di samping itu kegiatan selanjutnya adalah memperbaiki kandang sapi milik Pak Muin. Alhamdulillah setelah bantu-bantu juga di beri makan. Hehe. Teman-teman KKN juga ikut membantu Ibu Kos (Bu Sami) untuk panen cabe miliknya. Oh iya di Desa Besuk tempat kita makan di warung Bu No, di suruh ngambil sendiri nasi, murah dan masakannya mantap abis.
            Ketika berada di Desa Besuk, saya dan teman-teman membagi waktu dan tempat untuk membantu belajar bersama di sekolah diniyah dan TPQ yang ada di Dusun Nangka tersebut. Kebetulan saya kebagian tempat di Musholla An-Afi’iyah, pengampunya adalah Ustad Baidawi (Alumni Sidogiri, bekerja di BMT UGT Sidogiri Cabang Bantaran). Kita dan beliau banyak saling tukar informasi tentang kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid maupun Sidogiri. Beliau mempunyai putri yang imut dan cantik masih sekolah PAUD namanya Izzatul Inas dan yang masih balita Badriatul Ulfa.
            Sangat menyenangkan akrab dengan anak-anak Musholla An-Nafi’iyah diantaranya :
1.      Rafi (Anaknya Bapak Dol, jarang mandi ketika berangkat sekolah)
2.      Riska (keponakan Bapak Dol, Bekalah Arep)
3.      Arif (yang paling lucu dan imut, anaknya cak syukur)
4.      Hakam (anaknya Bapak Saru, anak yang paling sedih waktu teman-teman KKN pulang)
5.      Farel (Tadek Giginah)
6.      Sobri (masih PAUD, tapi pemikirannya seperti orang dewasa)
7.      Haris (Anaknya Pak Hari)
8.      Rosi (Keponakan Bapak Saru)
9.      Ulum (Anaknya Pak Mu’in)
10.  Feni (pemalu dan calon cantik)
11.  Dan masih banyak anak-anak yang lain

Pada waktu KKN ada posko putri yang satu desa dengan kita tapi beda dusun, kita di Dusun Nangka sementara teman-teman putri ada di Dusun Krajan. Di Desa Besuk mengadakan lomba per-TPQ Se-Desa Besuk. Kegiatan lombanya adalah adzan, tartil, baca puisi, makan krupuk dan lain sebagainya. Pada sore harinya diisi dengan jalan santai dari semua TPQ Se-Desa besuk diiringi dengan drum band kemudian pada malam harinya adalah pengajian yang diisi oleh KH. Malik Syam dari Bondowoso.

Beralih ke topik yang inti. Saya dan teman-teman mengundang masyarakat Dusun Nangka untuk rapat mengenai pembentukan Struktur Kepengurusan Masjid Nurul Barokah dan Kepengurusan POSDAYA. Alhamdulillah ketika kita sudah membentuk strukur masjid yang diketuai oleh K. Ahmad Jufri dan Ketua Posdaya adalah Bapak Hadis. Tapi kita sangat berterima kasih sekali kepada Bapak Hari (Orang yang paling semangat untuk mengundang masyarakat sekaligus menuangkan ide-ide untu kemajuan Dusun Nangka). Alhamdulillah banyak orang yang bilang “beruntung ada anak-anak KKN, bisa membawa purubahan yang lebih baik ke depan dengan adanya Struktur Kepengurusan Masjid dan POSDAYA”

Di Dusun Nangka rata-rata kepala keluarga memiliki sapi, dan kotorannya tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga mencemari lingkungan dan bisa menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. akhirnya saya dan teman-teman KKN sepakat untuk membuat BIOGAS dan PUPUK ORGANIK sebagai Program Unggulan Posdaya yang ada di Dusun Nangka Desa Besuk. Kita juga mendatangkan orang yang ahli dalam hal ini yaitu orang Besuki yang bernama Abdul Fatah. Setalah itu kita juga mengumpulkan masyarakat di masjid untuk sosialisasi Biogas dan Pupuk Organik. Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi untuk mengetahui pembuatan Program Unggulan Posdaya ini.

Setelah selesai sosialisasi, kita dan masyarakat sepakat untuk membuat program ini dibelakang rumah pak saru sebagai contoh. Butuh beberapa hari dalam proses untuk membuatnya. Sebenarnya kita bisa dengan cepat menyelesaikannya tapi karena kita kerjanya males-malesan dan minimnya dana jadi agak terseok-seok mengerjakannya. Batu-bata juga utang pada tetangga, memebeli pasir pada malam hari menggunakan JIALING. Setelah selesai, kita memasukkan kotoran sapi ke dalam bak penampungan. Wah baunya minta ampun, tapi ketika terbiasa ya enak juga lama-lama gak kerasa juga bau kotoran sapinya. Kita mengsi kotoran sapi di bak pengolahan untuk menjadi gas, memasang plastik di dapur sebagai tempat penampungan gas yang sudah keluar dari tempat pengolahan. Setelah selesai kerja, kita di ajak makan bersama oleh pak saru sekeluarga, setiap selesai kerja pasti di kasih makan.

Alhamdulillah ketika hari-hari menjelang pulang dari tempat KKN, kita banyak makan gratis dari tetangga. Ya bisa-bisa sehari makannya bisa 4 s/d 6 kali karena banyak tetangga yang mengundang. Pada malam-malam terakhir kita juga sering sekali nobar di rumah-rumah tetangga, mirip nonton layar tancap seperti masa lalu. Nonton film Rhoma Irama, Sakera, India dan bapak-bapaknya lebih suka sama film yang agak tegang-tegang sedikit. Hehe. Pada malam terakhir perpisahan kita mengadakan nobar “SANG KIAI” di depan posko dengan mengundang tokoh masyarakat dan seluruh penduduk yang ada di Dusun Nangka Desa Besuk. Kita mengucapkan terima kasih atas tempat, tenaga, dan partisipasi dari masyarakat serta kita juga minta maaf apabila ada ucapan atau tindakan yang kurang berkenan bagi masyarakat Desa Besuk khususnya Dusun Nangka.
Pada pagi hari waktu kita pulang kembali ke pondok, kita bersilaturahmi sekaligus berpamitan ke rumah-rumah tetangga. Foto-foto bersama masyarakat, banyak orang yang datang ke depan posko karena kita sudah mau balek ke pondok. Sungguh berat rasanya dengan adanya perpisahan ini. Saya melihat dari wajah-wajah tetangga banyak yang meneteskan air mata bersama anak-anak mereka. Sungguh ini hal yang berat bagi teman-teman KKN dan masyarakat Dusun Nangka Desa Besuk.

Waktu acara perpisahan di kantor Kecamatan Bantaran, posko kita mendapat apresiasi dari Bapak Camat, Wakil Rektor dan posko-posko yang lain tentang BIOGAS ini. Sebenarnya ketika kita pulang dari tempat KKN, kompor gasnya masih belum hidup karena anak-anak membuka kran yang masih belum keluar gasnya. Akhirnya setelah dapat 2 hari saya kembali ke Desa Besuk untuk melihat kompor gas tersebut dan alhamdulillah kompor gasnya sudah hidup, langsung saya foto sebagai bahan laporan KKN sekaligus saya minta tanda tangan Ketua Takmir Masjid Nurul Barokah di Lembar Pengesahan.

Mengenai Laporan Penelitian dan Laporan KKN, posko kami sudah mengerjakannya dan alhamdulillah sudah selesai sebelum pulang dari tempat KKN dengan judul 'PEMBERDAYAAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS DAN PUPUK ORANIK". Ketika sudah kembali ke pondok kelompok kita sudah nyantai karena laporan langsung di-ACC oleh Bapak Umar Mansur (DPL) dan Bapak Akmal (Ketua Panitian KKN IAINJ 2014). 


Saat saya mengikuti mata kuliah Bapak Temmy Wijaya, saya dipanggil keluar oleh Choirul Umam dan dia bilang “ayo anak-anak posko KKN kita semua kumpul di warung sengon, kita dapat dana dari IAINJ karena biogas”. Alhamdulillah begitulah ucap saya, langsung saya meninggalkan mata kuliah untuk bertemu dengan teman-teman KKN sekaligus melepas kangen dan tasyakuran. Alhamdulillah juga saya mendapat kabar dari Tito bahwa posko kita mendapatkan Nilai A+ (Huruf) dan 3.9 (Angka) dari panitia KKN IAINJ 2014. Kami bersyukur kepada Allah serta mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua masyarakat Dusun Nangka Desa Besuk Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo.