Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

2 kata untu kalian, Luar Biasa



            Edisi liburan maulid, alhamdulillah puji syukur kepada Allah dalam rangka menyambut Liburan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, teman-teman Forum Komunikasi Santri – Kraksaan (FKS-K) akan mengadakan kegiatan Karnaval dan Pengajian Umum yang akan dilaksanakan di Desa Alaskandang Kecamatan Besuk.
            Alhamdulillah ketika acara pada Bulan Ramadhan kemarin berjalan dengan baik, setalah ini saatnya para santri kembali ke Pondok Pesantren untuk melanjutkan perjuangannya dalam mencari ilmu. Agenda rapat gabungan yang pertama ini adalah meng-evaluasi kegiatan liburan Ramadhan kemarin sekaligus pemilihan Ketua Umum FKS-K yang baru, mengingat jabatan Ketua Umum FKS-K yang sebelumnya telah berakhir. Setelah melalui pemilihan yang sangat alot, ya akhirnya saya terpilih menjadi Ketua Umum FKS-K untuk putra meski di awal saya sudah memaparkan alasan kepada teman-teman untuk jangan di calonkan, tapi karena desakan teman-teman dan menang ketika pemilihan, ya harus memegang amanah yang telah diberikan oleh teman-teman FKS-K.
            Untuk putri ? ya, di putri juga melalui pemilihan sama seperti dengan di putra. Setelah melalui pemilihan juga akhirnya terpilih saudari Khaimatul Inayah sebagi Ketua Umum FKS-K untuk putri. Ini adalah wanita yang saya ceritakan waktu acara FKS-K pada liburan ramadhan kemarin. Yang mengenakan baju warna sama ketika rapat cheking awal ramadhan dan saya ke rumahnya ambil barang untuk keperluan bakti sosial. Inilah wanita yang saya kenalkan sama mama ketika liburan Ramadhan kemarin. Setelah ditetapkan Ketua Umum Putra dan Putri. Kami berharap, semoga kami bisa menjalankan tugas dengan baik dengan penuh tanggung jawab.
            Sebelum rapat gabungan pertama berakhir, kita sepakat bahwa kita akan mengadakan lomba dan pengajian umum yang bertempat di Desa Rondokuning Kecamatan Pajarakan. Awalnya saya memberikan banyak pertimbangan efek positive dan negative ketika kita mengadakan pengajian umum. Sebenarnya saya agak keberatan untuk mengadakan kegiatan pengajian karena pasti membutuhkan dana yang banyak, sementara uang kas yang kita miliki juga sedikit, kita menarik uang iuran santri saja sangat sulit apalagi mencari sumbangan dari luar, tapi kegiatan “pengajian umum” adalah hasil keputusan rapat, maka saya juga harus mendukung apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Ya meski awalnya agak pesimis dengan keterbatasan dana dan di bulan Januari rawan dengan hujan.
            Rapat gabungan kedua dilaksanakan, ketika rapat ada usulan untuk mengadakan kegiatan karnaval. Ya saya langsung setuju dan mendukung kegiatan tersebut karena bisa menarik minat masyarakat untuk melihat kegiatan tersebut, teman-teman juga setuju bahwa kegiatan lomba diganti dengan kegiatan karnaval. Setelah rapat pertama usai sebelum jum’at, dia memberikan sesuatu, ya bisa dibilang suprise. Hehe. Dan alhamdulillah saya diberi buku catatan dan baju batik, ketika ba’da sholat jum’at dilaksanakan saya di suruh memakai baju batik tersebut kalau tidak keberatan. Ya dengan senang hati saya memakai baju batik tersebut ketika rapat gabungan. Akhirnya rapat gabungan terakhir telah usai, semoga membawa kebaikan bagi kita dan suprise ini juga semoga membawa kemanfaatan, amin. Hehe
            Ketika mendekati Liburan Maulid kira-kira kurang lebih 1 bulan, saya mendengar dari teman-teman FKS-K bahwa tempat acara di pindah karena sesuatu alasan yang menurut saya tidak realistis. Tapi hasil keputusan rapat sudah tidak bisa di ubah, akhirnya saya dan Mashudi berangkat ke tuan rumah yang di Pajarakan untuk membatalkan acara tersebut. Dengan berat hati saya membatalkan acara tersebut. Solusi tempat selanjutnya adalah di Desa Alaskandang Kecamatan Besuk, ya alhamdulillah setelah kita melobi tuan rumah, akkhirnya beliau setuju untuk mengadakan acara di kediamannya. 
            Liburan sudah semakin dekat, saya dan mashudi berkunjung ke rumah Bapak Kepala Sekolah Hikmatul Hikam untuk bekerja sama mengadakan kegiatan karnaval. Akhirnya beliau mengarahkan kami ke rumah Bapak Sunan, ya alhamdulillah akhirnya kami (FKS-K) bekerja sama dengan lembaga Hikmatul Hikam. Kemudian saya dan mashudi juga mencari Drum Band serta Mubaligh, di bantu juga dengan Bapak Rahman (senior FKS-K). Ini adalah pengalaman luar biasa, meski sering keluar dan kena hujan tapi ini adalah pengalaman pertama saya dalam FKS-K. Biasanya saya Cuma datang untuk makan saja di acara FKS-K. Ya bisa dibilang aktif di FKS-K kemarin ketika liburan ramadhan, itupun karena acara ada di rumah saya sendiri. Dan alhamdulillah akhirnya kita dapat mengundang Mubaligh dan bisa mengundang Drum Band.
            Liburan Maulid tiba, rapat cheking awal dilakukan di rumah Ustadzah Sri yang bertempat di Desa Sokaan Kecamatan Krejengan. Kemudian rapat chiking akhir dilaksanakan di Alaskandang, tempat tuan rumah di kediaman Bapak Sayu Hakiki. Ya ketika rapat cheking akhir saya dan dia memang sengaja memakai baju warna hijau. Ya hijau adalah warna kesukaan Rasulullah saw, hehe. Ketika pulang selepas dari cheking akhir, saya ajak dia ke rumah karena dia dan adiknya pulang lewat jalan yang ke wangkal. Dan ternyata dia mau mampir ke rumah yang barat, ya meski ketemu dengan orang tua yang duduk-duduk di teras depan rumah timur. Sesaat ketika dia mau pulang, langsung saja saya beri dia Al-Qur’an warna merah yang sama persis dengan yang saya miliki dan kemudian pamit untuk pulang ke rumahnya. Hehe.
Minggu, 4 Januari 2015. Sekarang adalah hari dimana acara kami akan dilaksanakan. Saya melihat dia memakai baju batik yang sama persis dengan yang dia kasih ke saya, ternyata baju batik tersebut couple, baru pertama kali ini punya sesuatu yang couple. Hehe. Ya al-qur’an yang saya beri juga couple. Hehe. Semoga membaa manfaat dan kebaikan bagi kita. Amin.
Pada pagi hari kami melakukan khotmil qur’an, meski hanya sebagian saja yang mengaji karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya tentang khotmil qur’an ini. Anak-anak yang datang ke acara tambah banyak, dan ketika sore menjelang, kami seluruh anggota FKS-K berangkat menuju Lembaga Hikmatul Hikam. Tak di sangka, setelah ke sana antusias masyarakat sungguh luar biasa, rame sekali dan senang melihatnya. Sebenarnya saya agak kasihan sama anak-anak pemain drum band yang masih kecil-kecil tapi mereka sangat semangat. Start di mulai dari lembaga Hikmatul Hikam dan berakhir di kediaman Sayu Hakiki. Kemudian kami (FKS-K) membagikan hadiah kepada peserta Karnaval dengan diiringi oleh Drum Band dari Desa Alas Sumur.
Ada kejadian yang unik setelah acara drum band ini, saya memberi makanan yang telah disediakan kepada anak-anak drum band tapi minumannya lupa untuk diberikan kepada mereka. Ya dia (Ketum FKS-K Putri) bilang kalau airnya lupa, kasian mereka makan kok gak di kasih minum. Ya akhirnya saya mengambil jalan keluar saja, saya dan Taufik (saudara Sayu, anak SMAN1 Kraksaan) membawa minuman untuk anak-anak drum band, kemudian dia yang membawa gelas kepada mereka. Hehe.
Setelah selesai, baru kami mempersilahkan kepada pembina Lembaga Hikmatul Hikam dan pembina Drum Band ke rumahnya Bapak Sayu Hakiki. Lagi-lagi saya dan dia yang mengantarkan nasi dan minumannya kepada para pembina. Pasti diirinngi dengan senda gurau khas kami. Ya lucu dan bikin senyum-senyum ketika di ingat.
Setelah itu dia berkata: “empian de’ereh ?” (sampean mau makan ?), saya jawab: “bunten kenyang kuleh pon, tapeh mon edulengeh toreh, hehehe” (tidak, saya sudah kenyang tapi kalau mau disuapin ayo, hehehe). Kami berdua senyum-senyum malu. Dan anak-anak FKS-K sudah merasakan kedekatan kami ini sampai ada yang bilang dengan sebutan “ayah-bunda”. Hehe
Tiba saatnya ke acara inti pada malam hari, yaitu Pengajian Umum dalam Rangka Memperingat Maulid Nabi Muhammad SAW. Awalnya kami bingung mencari sambutan yang berasal dari tuan rumah tapi alhamdulillah setelah mencari dan mencari akhirnya ada juga sambutan dari tuan rumah. Untuk sambutan dari FKS-K sendiri diwakili oleh Ketua Umum FKS-K putra, ini adalah pertama kali bicara di atas pentas dan langsung di hadapan masyarakat. Meski agak sedikit gugup dan deg-degan tapi alhamdulillah bisa dijalani dengan baik. Lagi-lagi tak bisa lepas dari gojlokan teman-teman FKS-K tentang “ayah dan bunda” Kemudian Pengajian Umum di isi oleh hadrah dari Desa Kandang Jati Kraksaan dan Ceramah Agama dari KH. Sholeh Amin yang berasal dari Desa Sentong Krejengan. Alhamdulillah acara berjalan dengan baik dan lancar meski agak sedikit gerimis.
Pagi hari saat rapat evaluasi, gojlokan semakin deras bak hujan yang membasahi bumi. Semua anak-anak menggojloki kami (KETUM FKS-K Putra & Putri) dengan sebutan “ayah & bunda” ada juga yang manggil “abi & umi”. Jadi bikin senyum terus. Hehehe
Setelah acara kami pulang ke rumah masing-masing dan saya memposting ucapan terima kasih kepada semua anggota FKS-K, ada yang bilang “ini berkat bimbingan ayah dan bunda acara jadi sukses” dan masih banyak lainnya yang menggojloki kami. Seandainya mereka tau aslinya tau seperti apa tentang kami, gak tau mau bilang apa. Tapi kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Allah dan kepada seluruh orang-orang yang berpartisipasi dalam acara kemarin, kami insyaallah berusaha dan berdoa untuk kemajuan FKS-K.

Sabtu, 10 Januari 2015

Kekasih Yang Paling Pengasih



Kasihani Aku
Terangi Jiwaku
Sinari Hidupku
Yang Berharap Belas Kasih
Yang Berharap Maaf Untuk Segala Salah Dan Dosa Di Langkahku
Semoga Engkau beri setitik cahaya terang sebelum masa hilang dari pandangan

Inilah sepenggal lirik lagu Opick yang berjudul “Ya Rahman”, sungguh bergetar hati ini ketika mendengar lagu-lagu yang diciptakan oleh Opick. Saya adalah fans beliau, pernah beliau datang ke Nurul Jadid tapi hanya mampir ke dalemnya (rumah) Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini. Dengar-dengar dari teman, Bapaknya Opick adalah alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ini foto KH. Moh. Zuhri Zaini, Opick dan Bapaknya Opick. Hehe

Sangat menarik, ketika pengajian kitab berlangsung KH. Moh. Zuhri Zaini berdawuh “Allah Itu Kekasih Yang Paling Pengasih”. Memang benar adanya begitu dan seterusnya akan begitu. Allah itu Maha Baik, Allah itu Maha Penyayang, Allah itu Maha Pemaaf,  Allah itu Maha Pemurah, Allah itu Maha Penerima Taubat dan masih banyak nama-nama Allah yang tertera dalam Asmaul Husna.

Ketika kita berbuat salah kepada Allah tapi Allah tetap selalu memberi nikmat yang tak terhingga kepada kita. Kita membalas kemurahan Allah dengan keburukan yang kita lakukan. Sungguh Allah adalah Kekasih Yang Paling Pengasih. “Sebesar dan sebanyak apapun dosa yang kita lakukan, masih lebih besar dan lebih banyak Ampunan dan Rahmat yang Allah berikan”. Sungguh luar biasa kasih sayang Allah kepada mahkluknya. Kita sebagai ciptaannya seharusnya sadar bahwa kehidupan didunia ini hanyalah sementara. Kita sering dibuat lalai oleh kemewahan dan segala kegermerlapan dunia sehingga kita selalu menuruti keinginan nafsu kita.

Semua ini adalah milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah nantinya, semoga Allah memberikan petunjuk yang lurus bagi kita agar kita selalu berbuat baik serta berada dalam lindungan-Nya. Segala puji bagi-Mu Ya Allah.

“Para penyayang akan disayangi oleh Sang Maha Penyayang. Maka sayangilah semua makhluk yang di muka bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapapun yang ada dilangit”.


Minggu, 15 Juni 2014

Memimpin dengan Memaafkan Orang Lain


            Para pemimpin Quraisy Mekkah mengalami kekecewaan luar biasa, satu harapan telah sirna. Hal ini dikarenakan, pada malam rencana pembunuhan Rasulullah SAW gagal total. Ternyata beliau telah meninggalkan tempat. Untuk itu, mereka harus berusaha menghentikan Rasulullah agar tidak sampai ke Madinah. Salah satu cara yang paling murah adalah mengadakan sayembara. Yakni sayembara barang siapa yang membawa pulang kepala Rasulallah SAW akan mendapat hadiah yang luarr biasa. Yakni, 100 ekor unta terbaik, 100 ekor kuda terbaik dan 100 budak terbaik.
            Ternayat hanya seorang yang mengikuti sayembara itu dan dan dia adalah Suraqah pemuda yang dikenal pemberani, pandai bermain pedang, kuat dan bertenaga besar. Selain itu, keahlian yang dikenal pada dirinya adalah pandai membaca jejak.  Karena itulah dia juga dikenal sebagai pemburu yang handal, belum ada yang mengalahkannya.
            Kepandaian Suraqah dalam membaca jejak benar-benar terbukti. Ia berhasil menemukan keberadaan Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. Namun, tatkala Suraqah dengan menghunus pedang akan melakukan penyerangan, tiba-tiba beberapa langkah sebelum mencapai Rasulullah SAW, kakinya terpelosok dalam lubang sedalam lutut.
            “Ya Muhammad ! saya tidak akan mencoba membunuhmu dan akan membiarkanmu pergi ke Madianah. Tolong bebaskan diriku dari himpitan tanah ini.” Pinta Suraqah. Rasulullah SAW pun memenuhi permintaan itu, begitu terbebas, Suraqah kembali ingin menyerang kembali, namun sekali lagi ia tertelan hingga perut. Sekali lagi ia memohon untuk dibebaskan dan berniat tidak akan menyerang lagi.
            Tetapi, begitu terbebas kali ketiga, Suraqah melakukan penyerangan dan untuk ketiga kalinya ia terhimpit bumi hingga lehernya. Ia pun minta dibebaskan, sekali lagi Rasulullah SAW bersedia membebaskannya. Suraqah yang mengalami kejadian yang luar biasa itu, pintu hatinya terketuk Rasulullah bukanlah yang dikatakan semua orang Mekkah. Nabi SAW benar-benar orang yang istimewa. Seseorang yang berkepribadian mulia, pemaaf dan arif dalam bertindak. Dan karena itu kesadaran penuh ia beralih dari menyembah berhala, menjadi penyembah Allah SWT.           
Tentu untuk memaafkan kesalahan orang lain bukanlah suatu perkara yang mudah. Dengan gampang kita bisa mengatakan untuk menjadi pribadi yang pemaaf namun belum tentu kita menerimanya meski masih ada rasa sakit dalam hati kita karena ulah orang yang berbuat jelek kepada kita. Untuk menjadi pribadi yang pemaaf ini tentunya memerlukan latihan-latihan agar kita terbiasa untuk memaafkan kesalahan orang lain. Memberikan sebuah kata maaf lebih baik dari pada melakukan suatu pembalasan. Seringkali kita temukan banyak orang yang berbuat salah kepada orang lain sehingga menyebabkan dendam, pertengkaran dan bahkan sampai terjadi pembunuhan. Hal ini dikarenakan kita tidak mempelajari teori, praktek dan faedah dari memaafkan kesalahan orang lain.
Untuk menjadi pribadi yang pemaaf. pertama yang harus kita ingat adalah kebaikan orang yang telah berbuat salah kepada kita. Dengan mengingat kebaikan seseorang kita akan menjadi sadar bahwa dia adalah orang yang selalu memberi kebaikan pada diri kita. Kedua adalah mengingat kesalahan kita kepada orang tersebut. Kita harus ingat bahwa kita juga pernah melakukan kesalahan kepada orang yang telah berbuat salah. Dengan demikian kita berlatih bersabar untuk menjadi pribadi yang pemaaf.
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “bukanlah orang kuat itu orang yang selalu menang gulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya disaat marah” (HR. Bukhari-Muslim). Dari contoh diatas kita dapat memetik pelajaran yang sangat berharga dari Rasululllah.  Bagaimana beliau memperlakukan orang yang ingin membunuhnya tapi dengan jiwa besar beliau memaafkan apa yang menjadi niat dari Suraqah. Sungguh beliau adalah teladan yang agung dan semoga bertambah rasa cinta kita kepada beliau.

Rabu, 14 Mei 2014

Assholatu Mi’rajul Mu’minin


Senin, 12 mei 2014.

Waktu udangan di Sukowono Jember, Ustad Munawir As-Sadili (Ustad unik dan lucu dari Gang C) yang selalu ceramah di gang C, ustad yang selalu mengopeni santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid di undang untuk mengisi ceramah agama yang bertemakan tentang Isra’ Mi’raj. Dalam banner tersebut terpampang firman Allah :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Dalam ceramah tersebut beliau menjelaskan bahwa ketika Is’ra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk ummatnya melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari semalam. Sholat adalah perintah wajib kedua dalam rukun islam setelah membaca 2 kalimat syahadat. Siapa orang yang mengaku dalam hatinya beriman maka harus melaksanakan perintah Allah SWT. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah tanpa dinding penghalang. Sholat adalah satu-satunya perintah dimana Nabi Muhammad menghadap langsung kepada Allah tanpa perantara Malaikat Jibril. Sholat tersebut diibaratkan dengan mi’rajnya orang mukmin “Asshsolatu Mi’rajul Mu’minin”. Jadi sholat adalah sarana berkomunikasi langsung antara Allah dengan hambanya.
Hatinya (Muhammad) tak lupa dan tak tidur
Tapi selalu mengabdi kepada Allah SWT
Jika disakiti, beliau memaafi dan tak menaruh dendam
Jika dimusuhi, diam tak menjawab
Dengan kendaraan yang tak pernah dipakai oleh siapapun, sebelum dan sesudah
Bersama rombongan malaikat yang derajatnya melebihi rombongan lainnya
Ketika ia (Muhammad) naik ke Baitul Ma’mur
Semua penghuni langit sholat di belakangnya
Dan Engkau (Muhammad) menjadi imam mereka
Aku (Allah) angkat Dia (Muhammad) pada martabat termulia
Karena kemuliaanmu, Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha
Dan sampai pada tempat kira-kira sedekat dua busur panah
Maka Akulah (Allah) yang menghibur dan berbicara kepadanya


Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sholatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk. 
Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?" Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir dan batin." 

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?" Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
1. Bertaubat 
2. Menyesali dosa yang dilakukan 
3. Tidak tergila-gilakan dunia 
4. Tidak mencari / mengharap pujian orang (riya') 
5. Tinggalkan sifat berbangga 
6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu 
7. Meninggalkan sifat dengki 

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah SWT. ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa sholatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. 

Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun." Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Semoga kita selalu senantiasa memperbaiki sholat kita. Apabila kita sudah memperbaiki sholat kita, maka insyaallah akhlak kita juga akan diperbaiki oleh Allah. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan kita selalu dalam lindungan Allah. Amin.